15 Cara Belajar Main Saham 2023: Trading, Investasi Bagi Pemula

Cara Belajar Main Saham – Terkadang kita sering mendengar jika berinvestasi selain emas dan tanah merupakan hal yang tabu bahkan menyeramkan. Namun cara pandang tersebut mungkin bisa sedikit berubah jika kita belajar untuk berinvestasi saham.

Mungkin kita pernah mendengar banyak orang membicarakan saham A naik, saham B turun, dan masih banyak yang lainnya. Bahkan kita juga pernah mendengar rumor tentang investor yang sukses melipat gandakan kekayaannya berkat cara belajar main saham.

Namun, banyaknya cerita manis tersebut nyatanya membuat orang cenderung berinvestasi saham secara asal dan akhirnya mendapatkan kerugian dalam jumlah besar. Jadi, bagaimana cara belajar main saham yang efektif?

Agar Kalian juga bisa memiliki wawasan terkait instrumen investasi tersebut, maka Inspired2Write akan coba jelaskan bagaimana cara belajar main saham secara lengkap. Jadi simak pembahasan agar aktivitas investasi kita jadi lebih bijak.

Apa Itu Saham Secara Singkat

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang bisa dibeli melalui sebuah sekuritas (perusahaan penyedia aktivitas jual beli saham). Minimal pembelian saham dilakukan dalam satuan lot (100 lembar).

Misalkan terdapat sebuah saham dengan harga per lembar Rp. 50,00, maka dalam satu lot harga saham yang harus kalian beli pada saat main adalah Rp. 5.000,00. Tentunya dengan modal sedikit, maka kalian sudah bisa membeli lembaran saham tersebut.

Namun perlu diingat jika harga saham naik turun tergantung dari kinerja perusahaan dan juga apresiasi market (pasar) terhadap suatu saham. Jadi itulah mengapa sangat penting untuk belajar main sebelum kalian mulai terjun ke dunia investasi.

Jenis Metode Main Saham

Pelaku transaksi saham juga banyak jenisnya tergantung dari aktivitas serta tujuannya dalam membeli saham. Metode ini penting untuk diketahui supaya kalian bisa memilih apa strategi belajar main yang cocok untuk diterapkan ketika sudah terjun langsung.

Berikut jenis-jenis metode main saham di pasar modal.

1. Investasi (Investor)

Investasi adalah sebuah metode main saham dimana kalian akan membeli suatu saham dan menjualnya kembali dalam waktu yang cukup lama. Biasanya dalam rentang waktu 3 hingga 5 tahun lamanya. Pengguna metode ini biasa disebut sebagai Investor.

Seorang investor biasanya akan belajar memahami perusahaan dari segi bisnis, laporan keuangannya, direksi perusahaan, keadaan ekonomi secara global dan masih banyak lainnya. Kegiatan untuk belajar menjadi seorang investor biasa disebut sebagai analisa Fundamental.

2. Trading (Trader)

Trading adalah sebuah metode main saham dimana kalian akan membeli suatu saham kemudian menjualnya lagi dalam jangka waktu yang relatif singkat. Bisa menit, jam, harian, mingguan, dan bulanan saja. Pengguna metode ini biasa disebut sebagai Trader.

Banyak sekali cabang trading yang bisa kalian pilih asalkan memberi keuntungan bagi pemiliknya. Jika memilih menjadi seorang trader, maka kalian akan belajar mengenai pola grafik, garis Support (titik terendah harga saham), garis Resistance (titik tertinggi yang tidak bisa ditembus).

Kegiatan belajar saham dalam trading biasa disebut sebagai analisa Teknikal. Jadi bisa dibilang Trader lebih aktif dalam melihat pergerakan harga saham dibandingkan seorang Investor. Namun tujuannya pasti tetap sama, yaitu mendapatkan keuntungan.

3. Dividend Hunting (Dividend Hunter)

Ketika main saham, kita akan mengenal keuntungan yang bernama Dividen. Pada saat perusahaan akan membagikan dividen, maka harga sahamnya naik karena tingginya minat pembeli untuk mendapatkan dividen tersebut.

Seorang Dividend Hunter akan membeli saham jauh hari sebelum pengumuman pembagian dan menjualnya saat Cumdate (hari terakhir pembelian saham agar mendapatkan dividen). Karena dijual saat Cumdate, maka Hunter tidak mendapatkan dividen tetapi kenaikan harga sahamnya.

Keuntungan Main Saham

Sebelumnya sudah disinggung jika belajar saham, maka ada keuntungan yang bisa diperoleh bagi para pembelinya. Keuntungan ini akan dirasakan pada saat main dan melakukan transaksi saham tersebut.

Berikut beberapa keuntungan ketika main saham.

1. Capital Gain Saham

Bisa dibilang Capital Gain merupakan keuntungan dari selisih harga saham pada saat pembelian dan penjualan. Cara mengetahui Capital Gain sangat mudah dan kita bisa belajar secara cepat untuk mengetahuinya.

Misalkan kalian memiliki modal sebesar Rp. 3.500.000,00, kemudian dibelikan 100 lot saham A dengan harga per lembar Rp. 350,00 (Rp. 35.000,00 per lot). Jadi 100 lot saham A yang kalian miliki nilainya sama dengan Rp. 3.500.000,00.

Dalam waktu satu tahun, harga saham A naik menjadi Rp. 500,00 per lembar (Rp. 50.000,00 per lot). Sebelumnya kalian memiliki 100 lot saham A dengan nilai Rp. 3.500.000. Kini nilai saham yang kalian miliki adalah Rp. 5.000.000,00 dalam satu tahun (100 lot x Rp. 50.000).

Saham A yang dulu kalian beli dengan modal Rp. 3.500.000,00 kini nilainya sudah menjadi Rp. 5.000.000,00. Di sana terdapat selisih kenaikan sebesar Rp. 1.500.000,00. Selisih inilah yang disebut sebagai capital gain dalam dunia saham.

2. Dividend Saham

Dividen merupakan bagi hasil perusahaan atas keuntungannya selama menjalankan kegiatan operasional maupun bisnis. Imbal hasil tersebut akan dibagikan berdasarkan hasil RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Cara menghitung Dividen ini juga sangat mudah serta bisa dipelajari dalam waktu singkat. Misalnya kalian memiliki 100 lot saham A (10.000 lembar). Kemudian perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp. 70 per lembar.

Karena kalian memiliki 100 lot saham A (10.000 lembar) maka kalian akan mendapatkan dividen sebesar Rp. 700.000,00 (10.000 x Rp. 70,00). Menariknya lagi, dividen tersebut dibagikan dengan cara cuma-cuma kemudian otomatis masuk ke dalam RDN (Rekening Dana Nasabah).

Jenis Saham Secara Umum

Saham juga memiliki jenisnya sendiri berdasarkan banyak variabel. Informasi ini akan berguna pada cara memilih saham serta menentukan momen beli. Berikut beberapa jenis saham yang ada di pasar modal.

1. Growth Stock

Growth Stock merupakan saham dari perusahaan yang baru meniti karir bisnisnya dan berfokus untuk mengembangkan dalam jangka panjang. Growth Stock biasanya akan membagikan keuntungan usaha pada investor dalam persentase kecil.

Keuntungan usaha tersebut akan digunakan dalam rangka melakukan ekspansi serta pengembangan bisnis. Jadi jangan heran jika Growth Stock selalu membagikan dividen dalam jumlah kecil bahkan bisa juga tidak membagikannya sama sekali.

2. Dividend Stock

Dividend Stock merupakan saham dari perusahaan yang biasanya membagikan Dividen secara rutin dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Biasanya saham perusahaan pada jenis ini akan membagikan keuntungan usaha dengan persentase besar.

Salah satu cara investor untuk mendapatkan Passive Income adalah dengan memilih saham dari jenis ini. Jadi kalian hanya tinggal fokus melakukan aktivitas produktif tanpa harus mengkhawatirkan harga saham. Biarkan uang yang bekerja untuk kalian.

Syarat Belajar Main Saham

Setelah mengetahui segala hal tentang saham, maka kita juga perlu mengetahui syarat mainnya. Syarat ini harus dipenuhi ketika kalian belajar main agar tidak menderita kerugian sama sekali. Berikut beberapa syarat belajar main saham.

  • Menggunakan uang yang tidak terpakai (bukan dana darurat atau kebutuhan harian).
  • Menggunakan uang pribadi dan bukan hutang.
  • Sudah memiliki RDN (Rekening Dana Nasabah) di Sekuritas.

Apabila syarat di atas sudah terpenuhi, maka kita sudah siap untuk belajar cara mainnya. Pastikan kalian fokus menyimak agar tidak terjadi kesalahan pada saat menerapkan cara main tersebut.

Cara Belajar Main Saham (Investasi Bagi Pemula)

Pembahasan pada poin ini akan ditujukan bagi kalian yang ingin menjadi seorang investor. Jadi tujuan pembelian saham adalah untuk investasi dalam kurun waktu lama. Berikut beberapa cara belajar main saham khusus investasi bagi pemula.

1. Instal Aplikasi RTI Business

Perkembangan teknologi nampaknya juga berpengaruh dalam dunia saham. Hal ini tercermin dari munculnya aplikasi untuk memberitahukan informasi seputar fundamental saham. Salah satunya adalah RTI Business yang bisa di download melalui Play Store maupun App Store.

RTI Business akan memberikan informasi data saham perusahaan dalam bentuk rasio sebagai parameter mahal atau murah. Jadi cara ini akan sangat efektif bagi kalian yang ingin belajar main sebagai pemula.

2. Memilih Saham PER Rendah

PER (Price to Earning Ratio) adalah sebuah rasio untuk menentukan mahal atau murahnya suatu saham berdasarkan kemampuan menghasilkan laba. Semakin rendah angka PER suatu saham, maka akan semakin dianggap murah harganya.

Saham akan dikatakan murah jika memiliki PER dibawah 10x (Bahkan beberapa investor akan membeli saat PER di bawah 5x). Misalnya saham A dengan harga Rp. 300,00 per lembar memiliki PER 21x. Sedangkan saham B dengan harga Rp. 5.000,00 per lembar memiliki PER 4x.

Jika dilihat secara nominal, maka saham A terlihat lebih murah dibandingkan saham B. Namun secara fundamental, saham B jauh lebih murah dibandingkan saham A. Jadi jangan tertipu dengan harga nominal saham tersebut.

3. Belajar Main Saham ROE Tinggi

ROE (Return on Equity) adalah rasio atas kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal yang dimiliki. Belajar rasio ini cukup dengan mengetahui angka rasionya saja. Semakin tinggi ROE, maka semakin bagus kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Umumnya ROE akan dikatakan sangat baik jika angkanya >10% begitu juga sebaliknya. Jadi sebisa mungkin pilihlah saham ber ROE >10% agar bisa terhindar dari kerugian.

4. Belajar Main Saham DER Rendah

DER (Debt to Equity Ratio) adalah rasio atas kepemilikan hutang suatu perusahaan. Semakin rendah angka DER, maka akan semakin bagus perusahaan dalam mengelola hutang piutangnya. Umumnya DER akan bagus jika berada di angka <100% atau <1.

5. Belajar Main Saham PCFR Rendah

PCFR (Price to Cash Flow Ratio) adalah rasio untuk menentukan mahal atau murahnya suatu saham berdasarkan arus kas. Semakin rendah nilai PCFR, maka akan semakin murah harga saham tersebut. Biasanya saham akan dikatakan murah jika memiliki PCFR di bawah 8x.

6. Belajar Main Saham Dividend Yield Tinggi

Apabila kalian ingin mulai berinvestasi saham, maka ada baiknya untuk memilih saham dengan Dividen besar. Cara mengetahuinya adalah dengan melihat terlebih dahulu data historis selama 5 tahun. Atau bisa juga lakukan pencarian di browser dengan kata kunci “Saham High Dividen“.

7. Belajar Main Saham dengan Bisnis Tahan Banting

Agar investasi lebih aman dilakukan, maka silahkan pilih saham berdasarkan jenis bisnisnya. Utamakan untuk memilih saham tahan banting meski kondisi sedang krisis. Salah satu contohnya adalah saham perbankan.

Kalian juga bisa menggabungkan beberapa cara di atas dalam mencari kriteria saham yang sesuai. Tidak perlu merasa khawatir karena saham di pasar modal saat ini ada 700 lebih dan beberapa memenuhi cara di atas.

KESIMPULAN

Akhirnya kita bisa sedikit paham tentang investasi maupun trading melalui cara belajar main saham. Namun perlu diingat jika saham bukan sebuah mainan dan kerugian dalam memilih emiten itu nyata adanya. Jadi selalu lakukan analisa terlebih dahulu sebelum memilih saham perusahaan.

Sekian pembahasan tentang Belajar Saham dari Inspired2Write. Nantikan informasi menarik lainnya seputar dunia saham yang akan kami update setiap hari. Semoga pembahasan ini bisa membantu kalian dalam berinvestasi maupun trading saham.

Sumber Gambar: Admin Inspired2Write